Pengertian Wireless Distribution System (WDS)
Nama : Irna Ariska
Kelas : XII TKJ 3
Kelas : XII TKJ 3
Pengertian Wireless Distribution System (WDS)
Wireless Distribution System (WDS) adalah sebuah sistem untuk memperluas jangkauan jaringan
wireless dengan menggunakan dua atau lebih Access Point. Dengan teknik WDS ini, penggunaan kabel sebagai
backbone jaringan tidak dibutuhkan, sehingga lebih mudah, murah, dan efisien
untuk instalasinya. Access Point tersebut
bisa berupa main, relay, atau remote base station.
WDS adalah kependekan dari Wireless Distribution System. Dengan WDS kita dapat memperluas jaringan dari access point tanpa menggunakan kabel seperti yang biasa dilakukan jaringan dengan kabel. Kita perlu memahami WDS untuk melakukan disain atas jaringan yang akan kita buat. Dengan memahami WDS diharapkan dapat merancang jaringan wirelles yang optimal.
WDS adalah kependekan dari Wireless Distribution System. Dengan WDS kita dapat memperluas jaringan dari access point tanpa menggunakan kabel seperti yang biasa dilakukan jaringan dengan kabel. Kita perlu memahami WDS untuk melakukan disain atas jaringan yang akan kita buat. Dengan memahami WDS diharapkan dapat merancang jaringan wirelles yang optimal.
Suatu Access Point dapat berfungsi sebagai
- main base station
Access Point yang berfungsi sebagai main base station mempunyai koneksi langsung dengan backbone menggunakan kabel - relay base station
Access Point yang berfungsi dari relay base station akan melakukan pancar ulang atau relay dari access point satu ke access point yang lain - remote base station
Access Point yang berfungsi sebagai remote base station akan berfungsi melayani koneksi wirelles dari client.
Dalam penerapan di kantor kita akan
menemui produk untuk Access Point, Repeater, Client Router maupun gabungan
ketiganya.
Syarat untuk membangun Wireless Distribution System (WDS) :
Syarat untuk membangun Wireless Distribution System (WDS) :
- Access Point utama maupun Access Point Repeater harus mendukung fitur WDS
- Masing-masing IP Address Access Point tidak boleh sama.
- Sebagian besar Authentication access point yang didukung dalam WDS adalah WEP 64/128 bit. Dan semua Access Point yang terlibat dalam 1 koneksi harus menggunakan Methoda Inkripsi / Authentication yang sama.
- Channel Radio yang digunakan harus sama. Misal Channel 10.
- Matikan layanan DHCP Server pada Access Point Repeater, karena DHCP akan diambil alih Access Point utama yang sebagai default gateway.
- Ada kemungkinan WDS tidak berfungsi jika Access Point utama danAccess Point Repeater berbeda merk.
Macam-Macam Mode Pada Wireless Distribution System (WDS) bisa
dibagi menjadi dua mode konektifitas wireless, yaitu :
- Wireless bridge, dimana Access Point WDS hanya
berkomunikasi satu sama lain (sesama Access Point , dan tidak
mengizinkan station (STA) untuk mengaksesnya.
- Wireless repeater, dimana Access Point-Access Point saling berkomunikasi satu sama lain dan mengizinkan station (STA) untuk mengakses mereka.
Wireless Distribution System (WDS) bisa diterapkan dengan diterapkan oleh Access Point yang berbeda merk (untuk
merk dan tipe tertentu, dan tidak semua Access Point memiliki fitur Wireless Distribution System / WDS).
Di era modern kebutuhan akan koneksi
internet hampir bisa dikatakan kebutuhan yang penting. Banyak perusahaan atau
instansi pendidikan kemudian mencoba memberikan akses internet di area terbuka
sehingga pengguna bisa jauh lebih nyaman. Kasus yang muncul adalah dengan
kebutuhan cover area yang luas seperti sekolah, kampus atau area terbuka,
terkadang tidak dapat dijangkau dengan satu perangkat wireless. Terlebih user
wireless yang bersifat mobile atau berpindah - pindah. MikroTik memberikan
solusi kebutuhan roaming wireless dengan fitur WDS.
Topologi
Ada lebih dari satu access point
yang nantinya akan memancarkan wireless dengan SSID yang sama. Client bisa
terkoneksi ke access point manapun, tergantung signal dari access point mana
yang terdetct bagus di sisi client. Ketika client berpindah lokasi dan terputus
dengan salah satu access point, client akan secara otomastis berpindah ke
access point lain yang menjangkau client tersebut.
Static WDS
MikroTik memiliki fitur Dynamic
WDS dan Static WDS. Biasanya dengan pertimbangan kestabilan koneksi,
admin jaringan lebih memilih static WDS. Memang secara konfigurasi sedikit
lebih rumit, namun koneksi tidak mudah berganti - ganti jika signal turun.
Ketika koneksi antar repeter berpindah, koneksi biasanya akan putus kurang
lebih dalam satu ping. Jika terlalu sering, maka akan muncul kesan koneksi
seperti putus - putus. Maka dari itu, banyak yang memilih untuk
mengimplementasikan static WDS. Artinya, kita tentukan ke access point mana
repeater akan terkoneksi. Sehingga walaupun signal turun, koneksi tidak
akan berpindah - pindah. Sebagai contoh, kita akan coba bangun implementasi
static WDS dengan detail topologi seperti berikut:
Access Point Master
Router yang menjadi AP master harus
terkoneksi ke internet. Jika sudah terkoneksi ke internet dengan baik, saatnya
setting sebagai AP master. Pertama buat interface Bridge. Pada setting STP,
pilih RSTP pada opsi Protocol Mode.
Kemudian tambahkan interface wlan
kedalam port bridge tersebut. Masuk ke tab port, kemudian klik tombol +. Pilih
interface wlan1 dan arahkan pada bridge yang sudah dibuat, kemudian klik OK.
Setting bridge sudah selesai,
kemudian kita setting interface wlan sebagai access point. Double-klik
interface wireless kemudian masuk ke tab Wireless. Set dengan mode AP-Bridge.
Parameter lainnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
selanjutnya kita mulai setting
static WDS. Double klik interface wireless, kemudian masuk ke Tab "WDS".
Pada opsi WDS Mode, silahkan pilih static. Kemudian pada opsi WDS
Default Bridge, pilih bridge yang sudah dibuat sebelumnya.
Kemudian buat interface WDS baru
secara manual di menu Wireless. Klik tombol + dan pilih WDS.
Pada opsi WDS Address isi
dengan mac-address repeater yang akan terkoneksi ke AP master. Coba perhatikan
gambar topologi sebelumnya. AP Master terkoneksi ke Repeater 1 dan Repeater 3.
Maka pada opsi WDS Address akan kita isi dengan mac-address inetrface wireless
Repeater 1 dan Repeater 3.
Setting WDS sudah selesai,
selanjutnya kita tinggal setting Hotspot Server pada AP Master di
interface Bridge yang sudah dibuat. Jika Hotspot Server dipasang pada
interface wlan maka laptop yang terkoneksi ke repeater tidak akan mendapatkan
service Hotpsot.
Repeater 1
Cara setting repeater 1 pertama buat
interface bridge dengan port wlan1, pada langkah ini cara yang dilakukan hampir
sama ketika setting bridge pada AP Master. Jika setting bridge sudah selesai,
setting interface wireless sebagai WDS Slave.
Kemudian setting pada Tab WDS dengan
WDS Mode = Static dan WDS Default Bridge pilih interface Bridge yang sudah
dibuat. Selanjutnya buat WDS static di menu Wireless. Sedikit berbeda dengan
setting pada AP Master, kali ini setting WDS Address pada Repeater 1 diisi
dengan mac-address interface wireless AP Master dan Repeater 2. Ingat, Repeater
1 terkoneksi dengan AP Master dan Repeater 2.
Setting static WDS pada Repeater 1
sudah selesai. Jika kita ingin repeater 1 bisa konek ke interne, tinggal
berikan ip address di interface bridge yang dibuat sebelumnya. Tambahkan pula
DNS dan gateway. Jika AP Master menjalankan service hotpsot, jangan lupa
binding mac-address masing - masing repeater mengingat Router MikroTik tidak
mempunyai browser untuk login hotspot.
Repeater 2
Setting pada repeater 2 juga hampir
sama dengan repeater 1, seperti setting bridge, dan setting WDS pada interface
wireless. Yang sedikit membedakan adalah ketika menambahkan static WDS. Rada
Repeater 2, WDS Address diisi dengan mac-address Repeater 1 dan Repeater 3
karena Repeater 2 nantinya akan terkoneksi dengan kedua repeater
tersebut.
Repeater 3
Sama halnya dengan Repeater 2,
setting bridge dan juga setting WDS pada interface wireless sama dengan setting
pada repeater 1. Dan Pada saat membuat static WDS, WDS Address kita isi dengan
mac-address AP Master dan mac-address Repeater 2. Dimana Repeater 3 ini akan
terkoneksi ke AP Master dan ke Repeater 2.
Setting static WDS Sudah selesai.
Jika semua perangkat baik AP master dan Repeater bisa saling terkoneksi dengan
baik, maka interface static WDS yang sudah kita buat sebelumnya akan berstatus
RSA (Running, Slave, Active).
Kemudian coba konek ke wireless
lewat laptop, akan muncul halaman login, walaupun laptop terkoneksi dengan
selain access point master, bisa jadi Repeater 1 atau repeater lainnya.
















Komentar
Posting Komentar